Amarah yang di pendam berubah menjadi dendam ??

Aku sering menahan amarah ku , termasuk jarang aku marah didepan orang lain . aku hanya bisa melihatkan raut muka ku yang menunjukkan bahwa aku bad mood . jadi jangan ganggu aku . ketika datang  masalah yang membuatku berang aku hanya diam , kecewa dan mendendam .

Beberapa hari yang lalu aku dan beberapa saudara ku berencana akan refreshing ke gunung bromo , yah sunrise terbaik yang pernah aku lihat . semangat menggejolak ketika hari itu tiba , persiapan ku matang kan lagi siang harinya . kami berencana pergi tengah malam karena yang ku kejar adalah sunrise . sekitar jam 3 sore aku mengirimi pesan ke sepupuku mengingat kan rencana nanti malam . tak lama HPku berdering , ku buka langsung balasan darinya . “loh emang jadi vi ?? katanya kalo pake mobil feroza bensinnya mahal jadi gag jadi.”  Ya rabb , hati ini kecewa , diam seribu bahasa karna tak sanggup marah . mereka membatalkan rencana yang telah matang ini tanpa memberitahu kepada ku terlebih dahulu . mereka membatalkan acara ini di sebelah pihak saja . shitt

Padahal masalah teknis seperti mobil , uang bensin sudah kami bahas sebelum nya secara matang . dan mereka meng iyakan rincian danaku saat itu ..

Aku tak marah pada siapapun pada waktu itu , karna aku tak suka marah kepada orang 2 yang belum mengenal bagaimana aku . setelah geledek siang hari itu aku hanya terdiam dan memberitahukan kepada ibuku bahwa aku tak jadi pergi malam itu . ketika ditanya mengapa hanya entah yang keluar dari muluk ku . memang aku tak tahu apa sebenarnya alasan mereka membatalkan acar itu begitu saja . diam ku tapi bukan diam biasa . diam ku ini diam menahan amarah yang bermetamorfosis menjadi dendam hebat . begitulah aku . marah ku jarang ku tampakkan . tapi menumpuk dendam di dadaku ini karna semua itu .

sifat ini sungguh tak baik ku pelihara . walaupun rasulullah pernah bersabda “apabila salah seorang diantara kamu marah , maka diamlah” sabda ini bermaksud agar tak ada lisan kasar yang terucapkan ketika umatnya marah . tapi tentu bukan diam seperti diamku yang beliau ajarkan .

ya rabb , tuntunlah aku agar mahir dalam membuang sifat dendam ku ini ya allah ..

dan  ’’ laa taghdhob’’ lah