Aku memutuskan untuk tinggal bersama kelurga budeku dari ayah ketika aku kulia , menghemat biaya alasanku . kepala rumah tangga dirumah ini bernama mafudi seorang PNS yang menjalani hidup berumah tangga dengan kakak ayahku yang berprofesi sbg guru SD . keduanya menjunjung tinggi disiplin walaupun jarang sekali terdengar teriakan orang tua kepada anaknya karna pulang malam , merokok , bolos kulia , boros , dan kebiasaan anak muda lainnya . kata-kata berkonotasi negative seperti TELO , BENGAK , MONYET dLL sangat dihindari dirumah ini . yah ini semua mungkin karena mereka berlatar belakang profesi seperti PNS dan guru bukan MILITER !! dan lebi asik y lagi mereka menawarkan konsumsi komunikasi yang sehat dan manja !! dambaan setiap anak muda seusiaku yang tak mendapatkan itu .. anak terakhir dari keluarga ini adalah lelaki , dan super manja dengan bahasa ayah ibu nya yang memang mendewakan anak .
iri gila aku sama dia , tak sabar ingin aku berteriak kepada keluarga ini bahwa disana , ditempatku bernaung 17 tahun terakhir ayahku tak seperti ini !!! ayahku tak memiliki menu itu dibuku menu kehidupan kebanggaan dirinya . seumur umur aku tak perna ditanya tentang kondisi ku apabila aku berbaring akibat letihnya latihan tenisku . sungguh . yang sering diperlihatkan adalah sifat tak tau waktu dan tak tau kondisi yang iya ajarkan kepadaku .aku adalah prajuritnya yang setiap harinya diasupi ideology tentang loyalitas tanpa batas , keputusan tanpa memandang opini ,tahta luar biasa agung tanpa pemikiran oposisi ,dan kebijaksanaan tanpa demokrasi . yang iya tau hanyalah kewajiban seorang bawahannya dan kewajiban materinya atas itu . hanya itu tugas nya yang ia tau , selebihnya itu urusan sang menteri , ibu ku .hahaha ,
seperti itulah memang keadaannya , kami takkan bisa mengubah system yang diterapkan oleh sang jenderaL rumah tangga itu , sekalipun sang menteri yang memberi saran . huft , dunia militerisme yang diboyong ayahku kerumah ku telah melahirkan figure figure yang sangat kompleks . ibu ku adalah sosok yang paling tegar menghadapi ideology ideology militer itu . aku , kurasa aku cukup baik dalam menghadapi ajaran ajaran nya selama ini walaupun tersirat . contohnya ketika ulang tahunku ke 17 , tak ada satu orang pun dirumahku yang menginngat itu aku tak meneteskan air mata sama sekali walaupun bagi orang lain ini adalah kisah paling memilukan dalam sejarah hidup .yah , hati ini telah mengeras bagai batu yang tak perlu kasih sayang , tak perlu perhatian . tapi sebenarnya dilubuk hati ku yang paling dalam aku sempat menangis . aku hanya berusaha tegar di keluarga ini , karena tak ada guna bila aku melemah karna ini . sikap keras lah yang ku perlihatkan di depan mereka .
balik ke keluarga budeku di malang , setiap malam dikeluarga ini aku hanya bisa tertawa miris ketika melihat si anak bungsu dimanja dengan pertanyaan pertanyaan super perhatian yang ia jawab seenak hatinya mengeluarkan nada .yah setiap keluarga memang beda , system asuh yang di tetapkan di setiap rumah juga berbeda . dan setiap sistem itu kini membentuk kepribadian anak yang berbeda . seperti aku , aku cukup tegar hidup tanpa dimanja oleh kasih sayang orang tua . dan sepupu ku dirumah ini yang tak tahu diri karena orang tua mereka sama sekali tak pernah membentak nya .
pa , terimakasih untuk ideology , doktrin , ajaran , sifat , kebiasaan , paham militermu yang telah membentuk sifatku seperti ini .